Penanganan stunting di Kabupaten Gresik masih menjadi prioritas utama program Pemerintah Kabupaten Gresik. Tak terkecuali prioritas program TP – PKK Kabupaten Gresik, baik di bidang Pokja 1 sampai 4 melalui Dinas Kesehatan yang bersinergi berbagai lembaga terkait.
Hal ini disampaikan Ketua TP – PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani saat kegiatan Pelacakan Stunting di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, SKamis ( 30/11) pagi.
Tak hanya Ketua TP – PKK Gresik, jajaran Ibu-Ibu Forkopimda, Kecamatan Benjeng dan Kepala Desa Klampok, serta masyarakat sekitar turut serta sukseskan kegiatan kali ini.
Ning Nurul sapaan akrab Ketua TP – PKK Kabupaten Gresik, sampaikan dalam mewujudkan Gresik bebas stunting, perlu adanya kerjasama dari seluruh pihak terutama internal lingkungan. Beberapa hal yang perlu dijaga meliputi kesehatan hingga perekonomian.
Menurutnya meskipun sudah ada gerakan preventif yang dilakukan melalui kelompok dasa wisma, posyandu, Sub. Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), polindes, puskesmas dan lain-lainnya terkait penanggulangan stunting, tetap saja peran serta berbagai elemen dari desa tetap menjadi faktor paling penting. Ia tuturkan juga, keberhasilan keluarga sehat bebas stunting tercapai apabila melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.
“Pelaksanaan ini perlu adanya dukungan dan komitmen barbagai elemen di desa/kelurahan untuk mencapai keberhasilan” ucapnya.
Untuk wujudkan hal tersebut pelaksanaan kegiatan pelacakan semacam ini akan dapat menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat sekitar. Maka kegiatan pelacakan kali ini berorientasi dalam mengidentifikasi, menilai dan mengolah serta menangani permasalahan permasalahan dan penyebab terjadinya stunting di masyarakat.
“Support stunting butuh komitmen bersama oleh semua pihak bukan hanya pemerintah namun pihak swasta dan masyarakat harus turun tangan dalam upaya memutuskan mata rantai akibat terjadinya stunting di desa/kelurahan” ucap Ning Nurul saat berikan sambutan.
Ning Nurul berpesan untuk tingkatkan ikatan keluarga, dimana ikatan emosional antara orang tua dan anak yang kurang kuat kerap menjadi pemicu terjadinya stunting. (*)